Kreasi dan Inovasi Teknologi


Kreasi dan Inovasi



KREASI

          Sepeti dikeketahui sebelumnya bahwa ada perbedaan kecil mengenai kreasi yang menyatakan diperoleh tanpa perencanaan dan kreasi menurut taxonomy Bloom, bisa dianalisa bahwa perbedaannya pada pelakunya yaitu oleh umum dikatakan tanpa perencanaan atau oleh dunia pendidikan yang menganut taxonomy Bloom yang terencana. Karena tulisan ini mengarah pada siswa maka kami tinjau metoda memperoleh kreativitas menurut teori Taxonomy Bloom yang sudah direvisi 2001 maka kreasi diperoleh melalui 6 tingkatan kemampuan berturutan yaitu :
by getukSepeti dikeketahui sebelumnya bahwa ada perbedaan kecil mengenai kreasi yang menyatakan diperoleh tanpa perencanaan dan kreasi menurut taxonomy Bloom, bisa dianalisa bahwa perbedaannya pada pelakunya yaitu oleh umum dikatakan tanpa perencanaan atau oleh dunia pendidikan yang menganut taxonomy Bloom yang terencana. Karena tulisan ini mengarah pada siswa maka kami tinjau metoda memperoleh kreativitas menurut teori Taxonomy Bloom yang sudah direvisi 2001 maka kreasi diperoleh melalui 6 tingkatan kemampuan berturutan yaitumengingat berupa kemampuan untuk mempelajari fakta serta mengingat kembali materi-ide-prinsip yang sudah dipelajari,
mengerti berupa kemampuan untuk menjelaskan ide dan konsep,
menerapkan yaitu kemampuan menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru dan dunia nyata,
menganalisa berupa kemampuan untuk menguraikan materi kedalam bagian-bagian dan melihat hubungannya termasuk klasifikasi analisa dan membedakan bagian-bagian,
menilai berupa kemampuan untuk menyesuaikan keputusan atau serangkaian tindakan,
mengkreasi atau mencipta adalah kemampuan untuk membangkitkan produk baru, ide atau cara pandang terhadap sesuatu.







Namun taxonomy ini tidak memasukkan faktor usia, gender, demografi ataupun kecerdasan. Jadi kreativitas hal ini adalah dalam kaitannya dengan usia siswa yang mempunyai standard kecerdasan tertentu sebab kreativitas tanpa kecerdasan akan kurang bermanfaat. Ada beberapa ukuran kecerdasan : Spearman g (general), Carrol “g” dengan 70 kemampuan khusus, Guilford : wajah-wajah terpelajar (180), Gardner : kecerdasan majemuk serta Sternberg : triarchic. Bilamana kita tinjau pandangan Gardner, Howard (1983; 1993) Frames of Mind: The theory of multiple intelligence,mengungkapkan 8 kecerdasan yaitu kecerdasan dalam bidang : logika matematika, bahasa, musik, spatial, bodilykinesthetic, interpersonal, intrapersonal, naturalsitic.

      Latar belakang theory Gardner adalah kecerdasan dipandang sebagai “kapasitas untuk memecahkan permasalahan atau menuju ke produk yang dihargai didalam satu atau lebih pengaturan budaya” .Juga menyatakan bahwa masing-masing kecerdasan mempunyai format persepsi, memori, dan pembelajaran sendiri. Juga percaya bahwa masing-masing kecerdasan mempunyai suatu sejarah pengembangan yang unik.Mempercayai nilai-nilai budaya, perubahan historis, dan mempelajari pengaruh pengaruh peluang dari individu untuk mengembangkan dan menyatakan kekuatan intelektualnya.



Selanjutnya Gardner menerangkan bahwa logika matematika sering dikaitkan dengan pemikiran science dan matematika, yang terdiri dari : kapasitas untuk meneliti permasalahan secara logika, menyelesaikan operasi matematika, menyelidiki isu secara ilmiah, kemampuan untuk mendeteksi pola, kemampuan untuk memberi alasan secara deduktif yang sebagian besar adalah naturalistic.

Selanjutnya menurut Gardner logika matematika ini dapat dikembangkan dikelas dengan menggunakan teknologi multimedia yang inovatif dan menantang, menawarkan peluang untuk berlatih dan mengembangkan ketrampilan berpikir dalam taraf yang lebih tinggi, menggunakan pemecahan masalah dan logika didalam situasi kehidupan nyata.

Logika matematika yang diuraikan oleh Gardner tersebut satu pengarangnya adalahQuine, Willard van Orman ( 1958), “ Mathematical Logic” yang dalam kata pengantarnya menyebutkan :

“The passage from non‑mathematical, non‑philosophical common sense to the first technicalities of mathematical logic is thus but a step, quicklytaken. Once within the field, moreover, one need not to travel to its farther end to reach a frontier; the field is itself a frontier, andinvestigators are active over much of its length. Even within an introductory exposition there is room for novelties which may not be devoid of interest to the specialist. “( Quine , 1958 : page v )
INOVASI
       Inovasi adalah sesuatu yang baru atau perbaikan penting. Merupakan hasil dari kreasi atau transformasi dari inventions, discoveries, ide, analisa, pengetahuan maupun data/informasi. Inovasi pada dasarnya bukan phenomena yang berdiri sendiri (autonomous). Inovasi dalam sehari-hari diartikan dalam dua pengertian. Yang pertama, diartikan sesuatu ide, atau obyek baru yang dimanfaatkan oleh seseorang atau masyarakat. Pengertian yang kedua adalah bukan produk atau ide, tetapi bagaimana sesuatu yang baru tersebut dapat terbentuk dan dimanfaatkan dalam masyarakat, jadi prosesnya. Daya inovasi adalah kemampuan individu atau masyarakat memanipulasi atau mengintervensi lingkungan menurut kepentingan individu atau masyarakat tersebut.


Seperti sering dikatakan innovation insome sense called forth or triggered in response to demands atau lebih sering disebut market pull atau demand pull. Tetapi disisi lain kemampuan ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi proses inovasi dan disebut dengan technical knowledge push atau technology push. Tetapi dengan kemudahan mendapatkan informasi sekarang ini, khususnya dengan perkembangan ICT, maka technology push ini dapat dilakukan dengan lebih mudah dengan memanfaatkan sumber yang hampir tidak terbatas.

Terbentuknya inovasi merupakan proses yang kompleks, memanfaatkan hasil-hasil dari kegiatan teknologi. Inovasi teknologi berbentuk sesuatu yang baru, atau merupakan perbaikan penting baik berupa produk, proses maupun services.

Hasil inovasi teknologi biasanya muncul dengan beberapa bentuk, seperti penemuan, desain, data-data baru, ataupun pengetahuan baru. Dari hasil-hasil tersebut bisa menghasilkan inovasi. Tidak semua inovasi memerlukan penemuan (invention) baru, kadang-kadang hanya merupakan perubahan-perubahan kecil belaka.

Penyebaran inovasi teknologi disemua negara dan khususnya dinegara industri maju sangat tergantung dari beberapa faktor ekonomi, sosial dan politik dari sistem lingkungan sosial-budaya masyarakatnya. Penyebaran tergantung dari kemampuan pemasaran, distribusi, penjualan, pelayanan purna jual dan cara pendanaan. Penyebaran dimulai dengan riset pasar dan prilaku pasar. Pertimbangan psikologis pembeli/pemakai perlu diperhatikan. Perlu diciptakannya trend setter atau opinion leader. Jangan dilupakan juga pengaruh status sosial dan budaya latah atau me too.


Didalam budaya kontemporer barat, yang sangat mempengaruhi penyebaran inovasi teknologi, ialah pandangan ingin yang baru, lebih besar atau lebih bagus. Oleh karenanya perusahaan menerapkan strategiplanned obsolescence kedalam poduknya. Strategi new atau improved dilakukan. Selain itu penyebaran teknologi juga dipengaruhi oleh situasi politik didalam dan diluar negeri. Berbagai cara proteksi telah dilakukan. Beberapa Negara The Rest telah melakukan konsep cost innovation, untuk bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju, serta memberikan keleluasaan kepada manajemen untuk mengambil keputusan.
           Dalam mengelola proses inovasi beberapa sudut pandang dikemukakan meliputi : sudut pandang- sudut pandang dispersi geografis,jaringan inter organisasi, fitur organisasi, organisasi pembelajaran, perubahan pasar, standarisasi , paten, open source, komunikasi teknik, serta fungsionalitas silang.
Seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa inovasi dibedakan dengan penemuan atas dasar kebutuhan untuk mencapainya. Untuk memperoleh penemuan dibutuhkan kreativitas sedangkan inovasi diperoleh melalui perencanaan yang didorong oleh pergeseran pasar berupa penyempurnaan produk, produksi dan distribusi. Dari beberapa penulisan maka arsitektur inovasi dibutuhkan karena kegagalan perusahaan yang sudah mapan.
Arsitektur inovasi adalah konfigurasi ulang suatu produk teknologi yang ada dimana konfigurasinya tidak secara incremental atau radikal, namun perubahan arsitektur produk tanpa perubahan komponen. (Henderson & Clark, 1990). Penulisan yang lain menyebutkan bahwa inovasi teknologi radikal adalah teknologi yang menyerang dan sering memporak porandakan teknologi yang sudah mapan ( Utterback, 1994) yang memunculkan kurva S dimana perkembangan yang lambat pada awalnya, dan percepatan dengan disain yang dominan, dan melambat lagi sebagai upaya bergeser pada teknologi baru.
Perubahan siklus teknologi selaras dengan kemajuan teknologi yang bergantung pada diskontinuitas dan kemunculan disain yang dominan menimbulkan penghancuran kreatif (kemajuan fundamental ke kemajuan kapitalis – Schumpeter), penghancuran kompetensi (pengetahuan yang ada menjadi usang, menghapuskan penguasaan yang lebih tua) (Anderson & Tushman, 1991) . Pendapat bahwa inovasi sebagai keunggulan penyerang menerangkan bahwa kurva S adalah pembelajaran yang diikuti diminishing returns yang terus berulang, sebagai contoh jam saku, maka dibutuhkan alat peramalan ( dengan memasukkan analisa usaha kompetitif dan hasil yang telah dicapai) ( Foster,1986).
Christensen, 1992 menyelidiki eksplorasi terhadap batas dari tekhnologi kurva S lebih dapat diaplikasikan pada tingkat industri daripada tingkat perusahaan, hubungan sebab akibat terjadi bila kekurangan kemajuan teknologi mungkin sebagai hasilnya, daripada penyebab, dari satu peramalan bahwa teknologi sedang mencapai kematangan, komponen inovasinya menyerang perusahaan mempunyai kerugian dengan komponen baru.
Kesimpulan sementara :
  1. Kreativitas dipandang dari pandangan habitus adalah spontan.Kreativitas menurut taxonomy Bloom adalah terencana.Logika Matematika ada pada ranking pertama Kecerdasan Manusia (Howard Gardner,2001)Logika Matematika yang diperlakukan dengan taxonomy Bloom dapat membangkitkan kreasi dan inovasi.Inovasi adalah terencana dan memegang peranan kunci dalam Manajemen.Kecerdasan Manusia adalah juga Kecerdasan Rakyat yang sangat dibutuhkan.

    Sumber :           https://getuk.wordpress.com/2007/01/07/kreasi-dan-inovasi/          https://www.kompasiana.com/hari121287/konsep-inovasi-        teknologi_55003e4fa333115b735102f4

Komentar