Technopreneur


TECHNOPRENEUR


               
 



Technopreneur merupakan penggabungan dari dua kata yaitu teknologi dan entrepeneur. Yang artinya, technopreneur mengandung makna tentang bagaimana cara pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang pesat untuk dijadikan sebagai peluang usaha.
Karena untuk entrepreneur itu sendiri mengandung arti sesesorang atau badan usaha yang mengelola usaha dengan keberanian untuk mengambil resiko guna mencapai keuntungan dengan mengindentifikasi peluang yang ada. Teknologi sekarang menjadi salah satu peluang yang ada.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa technopreneur itu adalah Entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi yang sedang berkembang.
Apa saja usaha Technopreneur? Dilihat dari pengertiannya memang technopreneur merupakan pengelolaan usaha dengan menggunakan basis teknologi.
Usaha yang meliputi seseorang technopreneur adalah pengelola yang bergerak dibidang pembuatan Hp, Smartphone, Gadget, laptop, dan alat teknologi canggih lainnya. Pengusaha Technopreneur juga bisa dikatakan sebagai pengusaha yang memanfaatkan teknologi sekarang. Contohnya pengelola meningkatkan mutu operasional, mutu service dan mutu pemasaran menggunakan teknologi terbaru.
Dunia teknologi yang sedang menggeliat saat ini, dengan perkembangannya yang tentu saja berkembang di seluruh penjuru dunia, menjadi peluang yang sangat patut diperhitungkan dan patut dicoba. Oleh karena hal tersebutlah dan ditambah dengan globalisasi serta inovasi teknologi memang seharusnya memaksa perusahaan untuk mengubah haluannya menjadi lebih canggih, modern dan sesuai dengan tuntutan pasar saat ini yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas yang bisa didapatkan.banyaknya referensi yang tersedia juga di internet bisa juga menciptakan inovasi produk berupa barang/jasa yang belum ada.

KARAKTERISTIK YANG HARUS DI MILIKI OLEH SEORANG TECHNOPRENEUR ADALAH :
NoCiri-CiriWatak
1Percaya diri dan optimisMemiliki kepercayaan diri kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain, dan individualistis.
2Berorientasikan pada tugas dan hasilKebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
3Pengambil resikoMemiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.
4KepemimpinanBertingkah laku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, suka terhadap kritik dan saran yang membangun.
5KeorisinilanMemiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serta bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
6Berorientasi ke masa depanPersepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.
7Jujur dan tekunMemiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja.

Contoh tokoh technopreneur yang sukses menggabungkan teknologi dan kegiatan entrepreneurship antara lain :
  1. Steven Wozniak dan Steve Job mengembangkan hobi mereka hingga mereka mampu merakit dan menjual 50 komputer Apple yang pertama, atau
  2. Larry Page dan Sergey Brin mengembangkan karya mereka yang kemudian dikenal sebagai mesin pencari Google.
Mereka inilah yang disebut sebagai para teknopreneur dalam definisi ini.

Dalam wacana nasional, istilah Technopreneurship mengacu pada pemanfaatan Teknologi untuk pengembangan wirausaha.


 Technopreneurship dapat memberikan manfaat atau dampak, baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Dampaknya secara ekonomi adalah:
  1.    Meningkatkan efisiensi dan produktivitas         
  2.    Meingkatkan pendapatan
  3.    Menciptakan lapangan kerja baru
  4.    Menggerakan sektor-sektor ekonomi yang lain
Manfaat dari segi sosial diantaranta adlah mampu membentuk budaya baru yang lebih produktif, dan berkontribusi dalam memberikan solusi pada penyelesaian masalah-masalah sosial. Manfaat dari segi lingkungan antara lain adalah:
  1.    Memanfaatkan bahan baki darisumber daya alam Indonesia secara lebih produktif
  2.    Meingkatkan efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumber daya energi.
Ada beberapa bidang investasi dan inovasi yang dapat diprioritaskan untuk memberi manfaat kepada masyarakat ekonomi lemah terdiri dari air, energi, kesehatan, petanian, dana keanekaragaman hayati. Bidang-bidang diatas masyarakat ekonomi lemah di Indonesia banyak menghadapi permasalah. pengembangan Technopreneurship dapat diarahkan sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalah tersebut.
  1.        Water (air)
Technopreneurship memiliki peluang untuk dapat menyelesaikan masalah ini. Karena banyaknya kebutuhan akan air dari masyarakat di Indonesia, khususnya air bersih, oleh karena itu para pakar Technopreneurship memiliki tantangan untuk menyelesaikan maslah ini.
  1.        Energy (energi)
Tantangan berikutnya yang harus diselesaikan para pakar Technopreneurship adalah energi. Saat ini semua negara dihadapkan oleh krisis energi yang semakin memburuk. Dan yang pasti yang menjadi korban adalah rakyat kecil kebawah. Oleh karena itu permasalahan ini diharapkan bisa diselesaikan oleh para pakar Technopreneurship.
  1.        Health (Kesehatan)
Kesehatan adalah yang terpenting untuk setiap masyarakat, karena jika keadaan tubuh kurang sehat akan mempengaruhi produktivitas yang dihasilkan. Oleh karena itu fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan. Pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat kecil ke bawah. Diharapkan para Technopreneurship dapat membuat suatu proses yang mudah bagi masyrakat dalam mengakses fasilitas kesehatan tersebut.
  1.        Agriculture (petanian)
Satu hal ini juga menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Karena sebagian besar pangan Indonesia bersalah dari luar negeri atau import. Kenapa harus import, padahal Indonesia dulu dijuluki negara agrikultur (bahkan hingga hari ini). Penataan lahan yang kurang baik serta diiringi oleh perilaku para pejabat atas yang kurang baik menyebabkan hal ini bsa terjadi. Kasus ini harus diselesaikan segera, apabila ditunda-tunda akan memperburuk situasi dan pasti yang menjadi korban tetap masyarakat kecil ke bawah.
  1.        Biodiversity (keanekaragaman hayati)
Indonesia terkenal akan kebudayaan hayati yang beragam. Berratus-ratus spesies tumbuh di tanah Indonesia ini. Hal ini merupakan kekayaan lain dari Indonesia. Tetapi hal ini tidak menjadi sorotan, padahal hal ini berdampak baikbagi perekonomi indonesia terutama bagi para praktisi wirausaha. Inilah tantangan lain yang harus diselesaikan pra pakar Technopreneurship untuk mempromosikan kekayaan hayati Indonesia sehingga dapat dikenal oleh seleuruh masyarakat Indonesia dan umumnya untuk masyarakat dunia.
Jenis wirausaha dalam pengertian technopreneurship disini tidak dibatasi pada wirausaha teknologi informasi, namun segala jenis usaha, seperti usaha mebel, restaurant, super market ataupun kerajinan tangan, batik dan perak.
Penggunaan teknologi informasi yang dimaksudkan disini adalah pemakaian Internet untuk memasarkan produk mereka seperti dalam perdagangan online (e-Commerce), pemanfaatan Perangkat Lunak khusus untuk memotong biaya produksi, atau pemanfaatan teknologi web 2.0 sebagai sarana iklan untuk wirausaha.
Dalam pengertian kedua ini, tidaklah jelas pihak mana yang bisa disebut sebagai technopreneur. Disini, kedua pengertian ini akan digunakan bersama-sama.

Sumber:

 https://googleweblight.com/?lite_url=https://sis.binus.ac.id/2017/01/18/technopreneur/&ei=7xP2L7t-&lc=id-ID&s=1&m=26&host=www.google.co.id&ts=1518568410&sig=AOyes_SNnhyFT6w6p1kYw_IuPAMrV748HA
http://fathimahummiaisyi.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-konsep-dan-ruang-lingkup.html?m=1
https://muslimtechnopreneurbandung.wordpress.com/2016/10/17/karakteristik-technopreneur/






NAMA       :   NURIA RIZKY FRANSISKA
ALAMAT   :  NAMBAK BUNGKAL PONOROGO
SEKOLAH : SMK NEGERI 1 SLAHUNG


                 LAPORAN KEGIATAN  PRAKTEK KERJA INDUSTRI


    Pada tanggal 04 september 2017 s/d 02 desember 2017, saya mendapatkan tugas untuk melakukan prakerin dari sekolah . Saya memilih RCC COMPUTER PONOROGO sebagai tempat prakerin saya.
Disana saya membantu dalam bidang jasa, yaitu dibagian pemasaran dan dibagian penservice-an.

    Alat-alat yang kami pasarkan berupa alat jaringan komputer, perangkat PC, dan juga alat pendukung printer. Alat jaringan komputer terdiri atas switch, router, kabel UTP, RJ-45, dan lain-lainnya.

   Perangkat PC terdiri dari monitor,CPU, mouse, keyboard, kabel power ,kabel VGA dan sebagainya. Sedangkan alat pendukung printer terdiri atas printer, cartridge, tinta cair ataupun tinta serbuk, dan lain-lainnya. Saya belajar banyak mengenai penservisan printer, laptop dan CPU. Saya juga belajar mengenai gangguan dan alat-jaringan. Intinya di sana kami mendapatkan ilmu yang belum kami dapatkan dari sekolah.

                                                   SEKIAN TERIMA KASIH :)

Komentar